◄◄◄ Mereka Sukses Berkarir Walau Putus Sekolah :(SALUT) ►►►

6 komentar
Menyelesaikan pendidikan di sekolah memang salah satu kunci sukses untuk masa depan. Namun, bukan berarti mereka yang putus sekolah bakal hidup susah.

Ada pula sejumlah selebrita kelas dunia yang berhasil meniti karir atau sukses berbisnis tanpa gelar akademik. Kendati di masa muda sudah putus sekolah, namun berkat keuletan dan pintar memanfaatkan peluang, mereka pun bisa berhasil menggapai prestasi melalui usaha yang halal.

Laman majalah bisnis terkemuka, Forbes, akhir Januari lalu menampilkan sejumlah tokoh putus sekolah yang justru sukses di dunia masing-masing - baik itu sebagai penyanyi, produser, olahragawan, maupun foto model.

Quote:

1. Jay-Z
Pria yang bernama asli Shawn Carter ini merupakan salah satu rapper (penyanyi rap) dan hip-hop terkenal. Namun Jay-Z dulu tidak mampu menamatkan pendidikannya di sekolah menengah.

Jay-Z sempat merasakan kerasnya perjuangan hidup di tempat tinggalnya di Brooklyn, yang dikenal sebagai kawasan kumuh yang rawan kriminalitas di Kota New York, AS. Putus sekolah, suami penyanyi Beyonce Knowles ini sempat bermasalah dengan narkoba sebelum akhirnya dia meniti karir sebagai penyanyi hip-hop.

Pada 1995, Carter memulai debutnya bersama perusahaan rekaman Def Jam Records. Dari situlah dia mengasah bakat sebagai penyanyi dengan memakai nama komersil Jay-Z.

Sukses di perusahaan lama, Jay-Z pada 2008 menandatangani kontrak selama 10 tahun dengan Live Nation senilai US$150 juta. Dia pun berhak memproduksi sendiri lagu-lagunya sekaligus mengatur konser-konsernya.

Ketenaran yang dia rintis membuat Jay-Z berhasil menggandeng sejumlah perusahaan besar untuk menjadi mitra bisnis di panggung hiburan, yaitu perusahaan komputer Dell dan produsen bir Budweiser.

2. George Foreman

Quote:


Para penggemar tinju kelas berat pasti kenal dengan nama George Foreman. Bersama Muhammad Ali dan Joe Frazier, dia adalah legenda tinju pada dekade 1970-an.

Semasa muda, pria kelahiran Texas itu dikenal sebagai remaja yang bengal. Putus sekolah di usia 15 tahun, Foreman akhirnya diarahkan oleh seorang mentor untuk berlatih tinju.

Di dunia baku hantam itulah Foreman menemukan talenta. Hasilnya, pada Olimpiade 1968, Foreman berhasil meraih medali emas sebagai petinju amatir. Dia lalu memutuskan untuk beralih menjadi petinju profesional dan sempat menjadi juara dunia Kelas Berat di awal dekade 1970-an.

Setelah pensiun dari tinju dan sempat menjadi penginjil, Foreman lalu mencoba peruntungan dengan menjadi pebisnis. Pada 1999, dia berhasil mengikat kontrak dengan produsen alat panggang daging (steak), Salton, senilai US$138 juta.

Sejak saat itu, Foreman kini dipandang sebagai pengusaha yang cukup diperhitungkan karena berani berbinis di sejumlah sektor, mulai dari produk perawatan kesehatan, makanan, hingga produk sepatu khusus untuk penderita diabetes.

Quote:
3. Simon Cowell



Bagi penggemar acara kontes olah bakat bernyanyi "American Idol," siapa sih yang tidak mengenal nama di atas? Berpenghasilan sedikitnya US$75 juta per tahun, produser sejumlah acara olah bakat itu ternyata drop out dari sekolah di usia 16 tahun.

Namun, situasi itu tidak membuat Cowell putus harapan. Pria yang kini berusia 50 tahun itu sempat bekerja sebagai pengantar surat di perusahaan rekaman terkemuka, EMI.

Di usia 23 tahun, Cowell mencoba membuat perusahaan rekaman, yang dia beri nama Fanfare. Namun, nama Cowell mulai mendunia saat dia menjadi juri yang terkenal sinis dan jarang memberi pujian kepada para peserta dalam acara American Idol sejak 2001.

Setelah hampir sepuluh tahun jadi juri, Cowell tahun depan memutuskan pensiun dari American Idol. Dia lebih memilih mengelola acaranya sendiri, The X Factor, yang merupakan kontes olah bakat bernyanyi dan menghibur.
Quote:
4. Gisele Bundchen




Dia kini dikenal sebagai model top kelas dunia. Namun, pada usia 14 tahun, Bundchen bertemu dengan seorang pemandu bakat saat berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di Brazil.

Tawaran menggiurkan menjadi foto model membuat Bundchen rela meninggalkan bangku sekolah. Pada 1996, Bundchen memulai debut di acara Fashion Week di New York. Tahun lalu, Bundchen mendapat honor US$25 juta berkat kontrak dengan sejumlah butik ternama, yaitu Versace dan Dior.

Dia juga berbisnis alas kaki bermerk Ipanema by Gisele.

Sumber : Klik Disini


Pemanasan Global, Pro dan Kontra

6 komentar
Meskipun (menurut perasaan) temperatur di sekitar kita terlihat berfluktuasi secara tetap, namun pada kenyataannya (berdasarkan data yang ada) ternyata selama 50 tahun terakhir ini temperatur rata-rata di Bumi telah naik secara cepat. Penyebab utama naiknya temperatur Bumi adalah akibat efek rumah kaca yang menurut sebagian ahli disebabkan oleh meningkatnya kandungan gas Karbon Dioksida (CO2) dan partikel polutan lainnya di atmosfer Bumi. Diibaratkan selimut, gas-gas tersebut akan menghalangi energi panas yang dipantulkan kembali oleh Bumi ke ruang angkasa.

Untuk membayangkan efek rumah kaca ini sangat mudah. Mungkin ada di antara anda yang sudah pernah merasakan bagaimana ketika pertama kali memasuki sebuah mobil yang diparkir di tempat yang panas. Temperatur di dalam mobil akan terasa lebih panas daripada temperatur di luar, karena energi panas yang masuk ke dalam mobil terperangkap di dalamnya dan tidak bisa keluar.

Pada kondisi yang normal, efek rumah kaca adalah “baik” karena dengan demikian Bumi akan menjadi hangat dan dapat menjadi tempat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Tanpa efek rumah kaca, bagian Bumi yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi sangat dingin seperti di dalam freezer lemari es anda (-18C). Sejarah terbentuknya Bumi hingga bisa ditempati oleh manusia seperti saat ini sebenarnya tak lepas dari ‘jasa’ efek rumah kaca. Jadi sebenarnya yang namanya efek rumah kaca itu sudah ada sejak jaman dahulu kala seiring dengan proses terbentuknya Bumi.

Kondisi akan menjadi tidak baik jika kandungan gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi semakin hari semakin meningkat. Kenapa demikian? karena dengan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca, semakin memanas pula Bumi, akibatnya akan terjadi pencairan es di daerah kutub yang dapat menenggelamkan sebagian daratan tempat manusia dan makhluk-makhluk hidup darat lainnya tinggal.

Gas rumah kaca yang saat ini banyak disalahkan oleh sebagian ahli pengusung isu pemanasan global adalah gas CO2 di atmosfer. Sementara sebagian ahli lain berpendapat bahwa sebenarnya jumlah CO2 di atmosfer tidak cukup signifikan untuk dijadikan “kambing hitam” pemanasan global karena jumlahnya yang hanya 0.04%. Selain itu, para ahli ini juga menyatakan bahwa seluruh gas yang ada di atmosfer adalah gas rumah kaca, tanpa terkecuali dimana komposisi terbesar adalah nitrogen (78%), oksigen (21%) dan uap air (hingga 3%). Nah lo, pusing kan jadinya? Santai, tidak perlu pusing…

Lalu, apakah yang menyebabkan meningkatnya kandungan karbon dioksida dan partikel polutan di atmosfer? Ternyata kontribusi terbesar adalah akibat pemakaian bahan bakar fosil seperti batubara, gas dan minyak Bumi. Ketiga jenis bahan bakar tersebut adalah yang paling murah saat ini jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Pemakaiannya pun dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang sangat berarti setelah tercetusnya revolusi industri. Apalagi kalau sekarang kita sering merasakan kemacetan di mana-mana akibat jumlah kendaraan bermotor dan “bermobil” yang meningkat. Pabrik/industri yang tumbuh di mana-mana untuk memenuhi pola konsumsi masyarakat modern yang semakin hari semakin meningkat. Namun hal ini juga disangkal oleh sebagian ahli. Menurut mereka, kontribusi dari penggunaan bahan bakar fosil di seluruh dunia dalam menambah jumlah CO2 hanyalah 0,013% (sedikit sekali bukan?). Wah jadi makin seru deh sampai di sini…

Pro dan kontra terus terjadi, namun demikian seiring dengan adanya Protokol Kyoto (1997), Beberapa negara maju sepakat untuk mengurangi jumlah emisi gas CO2 dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil sebanyak 30% dalam 10 tahun ke depan. Untuk itu saat ini beberapa negara maju/industri telah mencoba mengembangkan metode dan teknologi dalam rangka memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif yang (lebih) ramah lingkungan, terutama sumber energi yang terbarukan.

Apa itu energi terbarukan? Energi terbarukan adalah lawan kata dari energi tak terbarukan (anak kecil juga tahu kalau gitu sih). Jadi begini, energi terbarukan adalah energi yang dapat dipakai secara terus- menerus tanpa perlu kuatir sumber dari energi tersebut akan habis. Lawan katanya adalah energi tak terbarukan yaitu energi yang jika dipakai secara terus-menerus akan habis pada suatu waktu tertentu. Jadi jelas kan sekarang? Apa saja contoh dari energi terbarukan? banyak sekali, seperti energi angin, matahari, panas bumi, air, dan biomassa (berasal dari tanaman perkebunan, pertanian, hutan, sampah, dan peternakan).

Sebenarnya, secara alamiah di alam, akibat adanya interaksi antara laut dan udara (seperti TNI aja ya?), jumlah energi panas yang ada di atmosfer dan di permukaan laut akan dapat dikontrol oleh mekanisme global conveyor belt. Apa itu global conveyor belt? Global conveyor belt adalah sirkulasi global yang berperan dalam mentransfer (memindahkan) energi panas dari suatu tempat ke tempat lainnya melalui aliran udara dan air laut. Pola iklim di bumi diatur oleh mekanisme ini.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa ‘ketakutan’ dan analisis sebagian ahli akan pemanasan global selama ini masih baru didasarkan melulu pada hasil model numerik yang belum secara ’sungguh-sungguh’ dibandingkan dengan data pengamatan. Selain itu, kebanyakan model yang digunakan saat ini masih jauh dari sempurna dalam merumuskan mekanisme rumit sesungguhnya yang terjadi di Bumi.

Memang pemanasan global sedang dan terus akan terjadi, demikian juga dengan efek rumah kaca. Mencairnya es yang terbentuk sejak jaman es pun terus berlangsung karena memang temperatur bumi mengalami perubahan dari semenjak es itu dahulu terbentuk, permukaan laut pun terus mengalami kenaikan (yang dikenal dengan istilah sea level rise). Siklus seperti itu terus terjadi dan takkan terhindarkan. Sebagian pakar menyatakan bahwa fenomena itu masih merupakan suatu kewajaran yang memang harus terjadi dan tak perlu ditakutkan, sementara itu pakar yang lain -seperti yang telah saya tuliskan di atas- menyatakan bahwa dalam kurun waktu 50 tahun terakhir ini “kecepatan” dari fenomena ini meningkat dan berada pada level yang “sangat mengkhawatirkan”, artinya jika “masa mengkhawatirkan” ini tidak segera diredam, maka ke depannya peradaban manusia akan mengalami masalah yang serius.

Jadi memang tak ada salahnya untuk membuat suatu aksi yang positif. Setidaknya, dengan mengurangi emisi CO2 dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil serta mencoba alternatif energi ramah lingkungan dan terbarukan, akan menjadikan Bumi sedikit bersih dari polutan yang telah membuat manusia sesak nafas dan teracuni paru-parunya. Apalagi untuk Indonesia yang saat ini berada pada tingkat polusi yang katanya sudah agak membahayakan bagi kesehatan penduduknya.



Sumber : google


Asal Mula Pensil

0 komentar
Kita pasti dah pada kenal dunk ma benda yang satu ini. Keberadaannya pada saat ini sangat bermacam-macam. Dengan berbagai bentuk dan modifikasi menjadikan benda “kurus” ini sangat dibutuhkan manusia, terutama seniman.
Namun, bagaimana awal mula pensil lahir ke bumi kita ini??

Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.

Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai sejak zaman Yunani. Keduanya memberikan efek goresan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang dipakai hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Meskipun kelihatan seperti batu bara, mineral tersebut tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi. Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya "seperti timah" mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuktongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa.

Tak lama kemudian, timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi permintaan para seniman; dan pada abad ke-17, bisa dikatakan timah hitam telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap. Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.
Namun pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunani graphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.

Pensil dibedakan menurut komposisi . Huruf B menginformasikan ketebalan (boldness), yang berarti kandungan grafitnya lebih banyak. Sementara huruf H menginformasikan kekerasan komposisi leadnya, yang berarti kandungan tanah liatnya lebih banyak. Pensil dengan tanda F berarti komposisinya sangat tepat untuk diraut hingga keruncingan maksimal. Sementara angka di depan huruf memperlihatkan tingkat ketebalan atau kekerasan komposisi suatu pensil. Misalnya 2H akan lebih keras daripada H, atau 2B akan lebih lembut dan tebal dibandingkan B. HB berarti pensil memiliki kedua sifat keras dan tebal.

Pensil sekarang adalah alat tuilis dan gambar yang canggih sekaligus serbaguna, yang setiap tahun diproduksi di seluruh dunia hingga milliaran batang. Pensil biasa dapat membuat garis sepanjang 60 kilometer dan menulis 45.000 kata. Isi pensil mekanis, yang tangkainya dari logam atau plastik, tidak perlu diraut. Sebagai ganti grafit, pensil berwarna berisi bahan pewarna dan pigmen dalam puluhan warna.



Sumber : Klik Disini


Backlink



Archive

 

Followers

Site Info

Traffic Rank :
Online Visitor :
Blog's Rank : Powered by  MyPagerank.Net
Site Meter :
Stats :